Warga Temu Putih Lapor Polisi soal Dugaan Proyek Fiktif
CILEGON, FOKUS TV – Seorang warga Temu Putih, Munawar, resmi melaporkan dugaan penipuan berkedok proyek pengadaan ke aparat penegak hukum pada 4 Mei 2026. Laporan tersebut dilayangkan setelah korban mengaku bertahun-tahun menunggu realisasi proyek yang dijanjikan namun tidak pernah ada.
Kasus ini berawal dari seseorang bernama Habibullah yang disebut-sebut sebagai pegawai di Kelurahan Purwakarta. Terlapor diduga meminta sejumlah uang kepada korban dengan iming-iming proyek pengadaan.
Namun hingga kini, proyek yang dijanjikan tidak pernah terealisasi. Korban bahkan menduga proyek tersebut fiktif sejak awal.
Munawar mengaku telah berulang kali meminta kejelasan dan pertanggungjawaban. Akan tetapi, upaya tersebut hanya berujung pada janji yang tidak pernah ditepati.
“Saya sudah terlalu lama menunggu. Sekarang saya minta ini segera ditindaklanjuti. Jangan sampai hukum lambat hanya karena korban orang kecil,” ujar Munawar.
Kuasa hukum korban, BHY, S.H., M.H., menegaskan pihaknya akan mengawal proses hukum hingga tuntas. Ia menyebut kasus ini bukan sekadar dugaan penipuan, tetapi juga menyangkut kehadiran negara dalam melindungi masyarakat.
“Kami akan kawal sampai tuntas. Ini bukan sekadar dugaan penipuan, tapi soal bagaimana hukum hadir atau justru absen saat masyarakat dirugikan,” katanya.
Kuasa hukum lainnya, Moch Mulyadi, S.H., turut menyoroti dugaan keterkaitan nama institusi kelurahan dalam kasus tersebut. Menurutnya, jika benar jabatan di lingkungan kelurahan digunakan untuk meyakinkan korban, maka pimpinan wilayah tidak bisa lepas tangan.
“Jangan cuci tangan. Dalam konteks ini, lurah harus bertanggung jawab secara moral dan administratif. Ini terjadi bukan di ruang kosong, tapi membawa nama institusi,” tegasnya.
Ia menambahkan, pembiaran dalam kasus seperti ini dapat menimbulkan preseden buruk serta menunjukkan lemahnya pengawasan internal.
“Kalau bertahun-tahun korban dirugikan dan tidak ada penyelesaian, publik berhak bertanya: di mana fungsi kontrol dan pengawasan?” lanjutnya.
Saat ini, perhatian juga tertuju pada aparat penegak hukum yang telah menerima laporan beserta bukti pendukung. Masyarakat berharap penanganan dilakukan secara cepat dan transparan.
Hingga kini, kasus dugaan penipuan tersebut masih dalam proses penanganan oleh pihak berwenang.
