Forum DPR RI Dorong Sinergi Media Kawal Aspirasi Rakyat
SERANG, FOKUS TV – Forum Komunikasi dan Sosialisasi Kinerja DPR RI digelar di Hotel Ledian, Kota Serang, selama tiga hari. Kegiatan ini mengangkat tema kolaborasi antara DPR RI dan media dalam mengawal aspirasi rakyat secara konstruktif dan berimbang.
Forum tersebut diikuti sekitar 107 peserta yang terdiri dari jurnalis dan berbagai pemangku kepentingan. Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Rizki Aulia Rahman, Ahmad Dimyati Natakusumah, Muhammad Najib Ibrahim, serta Aryawan.
Panitia menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Sekretariat Jenderal DPR RI dalam meningkatkan pelayanan informasi publik. Upaya tersebut diarahkan agar lebih profesional, transparan, dan akuntabel.
“Media massa, khususnya wartawan parlemen, memiliki peran strategis sebagai penghubung antara DPR dan masyarakat,” ujar perwakilan panitia. Ia menambahkan, pemberitaan yang objektif dan edukatif membantu publik memahami kinerja DPR sekaligus mengawal aspirasi rakyat.
Pemilihan Provinsi Banten sebagai lokasi kegiatan dinilai relevan dengan tingginya dinamika pembangunan dan aspirasi masyarakat. Hal ini dinilai menjadi momentum memperkuat komunikasi antara parlemen dan publik.
Sebagai bagian dari inovasi, Biro Pemberitaan Parlemen tengah menyiapkan sejumlah terobosan. Di antaranya pengembangan hotline pengaduan terintegrasi dan pembangunan newsroom modern guna meningkatkan efisiensi pengelolaan media.
Wakil Gubernur Banten, Ahmad Dimyati Natakusumah, dalam sambutannya menegaskan peran penting pers sebagai penegak kebenaran. Ia menilai wartawan memiliki tanggung jawab menjaga akurasi informasi di tengah maraknya hoaks.
“Wartawan itu anti-hoaks. Yang menyebarkan berita bohong bukan wartawan. Pers berdiri di atas analisis yang tepat dan fakta,” tegasnya.
Ia juga menekankan fungsi pers tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan ekspresi masyarakat. Menurutnya, karya jurnalistik mampu memberikan pemahaman yang lebih luas kepada publik.
“Kalau langit tanpa wartawan, maka langit tak berbintang. Pers adalah penyambung lidah rakyat, menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya media sebagai kontrol sosial terhadap lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Peran tersebut dinilai krusial dalam mendorong perbaikan tata kelola pemerintahan.
Menutup sambutannya, Dimyati mengajak insan pers untuk terus menyajikan informasi yang berimbang. Ia juga mendorong media turut mengangkat citra positif DPR RI tanpa mengabaikan kritik yang konstruktif.
Melalui forum ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara DPR RI dan media. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat demokrasi serta memastikan aspirasi masyarakat tersalurkan dengan baik.
