Video Diduga Polisi Pesta Miras di Polsek Baros Viral

 


SERANG, FOKUS TV – Sebuah video yang diduga memperlihatkan sejumlah oknum anggota kepolisian tengah mengonsumsi minuman keras di lingkungan kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Baros, Kabupaten Serang, beredar luas di media sosial dan memicu sorotan publik.

Dalam rekaman video tersebut, tampak beberapa pria yang diduga anggota polisi berada di dalam sebuah ruangan menyerupai fasilitas kantor. Di atas meja terlihat botol minuman keras, sementara terdengar alunan musik di dalam ruangan tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, identitas para pria dalam video maupun jabatan mereka belum dapat dipastikan secara resmi.

Peristiwa itu menuai reaksi keras masyarakat karena dinilai mencoreng citra institusi kepolisian sebagai aparat penegak hukum dan penjaga ketertiban masyarakat. Jika terbukti benar, tindakan tersebut dinilai melanggar disiplin dan kode etik profesi Polri.

Aturan mengenai perilaku anggota Polri diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Polri. Selain itu, Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri juga mewajibkan setiap anggota menjaga moralitas, profesionalitas, serta kehormatan institusi.

Anggota Polri yang terbukti melanggar dapat dikenakan sanksi mulai dari teguran tertulis, penundaan kenaikan pangkat, penempatan dalam tempat khusus (patsus), hingga pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).

Jika ditemukan unsur pidana atau pelanggaran hukum lain terkait konsumsi minuman beralkohol, proses hukum juga dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sorotan publik juga mengarah pada pengawasan internal di lingkungan Polsek Baros. Masyarakat menilai, apabila dugaan tersebut benar terjadi di dalam kantor polisi, maka hal itu menunjukkan lemahnya pengawasan dari pimpinan setempat.

Seorang warga berinisial A mengaku kecewa setelah melihat video yang beredar.

“Saya kaget dan kecewa. Kalau benar itu anggota polisi dan dilakukan di kantor, ini sangat tidak pantas. Masyarakat disuruh taat hukum, tapi kalau aparatnya sendiri seperti itu, kepercayaan publik bisa runtuh,” ujarnya.

Ia meminta agar dugaan pelanggaran tersebut segera ditindak secara tegas dan transparan.

“Harus ada tindakan tegas dan terbuka. Jangan sampai masyarakat menilai ada pembiaran,” lanjutnya.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak Polsek Baros maupun jajaran kepolisian terkait video viral tersebut. Publik masih menunggu langkah cepat dan transparan untuk memastikan kebenaran isi video sekaligus menindak pihak yang terlibat apabila terbukti bersalah.

💬 Disclaimer: Kami di fokustv.com berkomitmen pada asas keadilan dan keberimbangan dalam setiap pemberitaan. Jika Anda menemukan konten yang tidak akurat, merugikan, atau perlu diluruskan, Anda berhak mengajukan Hak Jawab sesuai UU Pers dan Pedoman Media Siber. Silakan isi formulir di halaman ini atau kirim email ke redaksi@fokustv.com.