Sosial Labs Dorong Kemandirian Finansial lewat Medsos

 


SERANG, FOKUS TV – Sosial Labs menggelar seminar bertema kemandirian finansial melalui media sosial di Hotel Ultima Horison Ratu, Kota Serang, Sabtu (18/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri perwakilan Bupati Serang dan Wakil Wali Kota Serang, serta sejumlah narasumber, di antaranya Roys Tanami selaku Managing Director dan Dato’ Sri Jasonn Tan sebagai CEO Sople Internasional. Peserta berasal dari berbagai kalangan masyarakat di Kabupaten dan Kota Serang.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Serang, Surtaman, S.STP., M.Si., yang hadir mewakili Bupati Serang, menyoroti besarnya potensi perempuan dalam memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan ekonomi keluarga.

“Saya lihat di ruangan ini sekitar 70 sampai 80 persen yang hadir adalah ibu-ibu. Ini potensi besar, karena sekarang ibu-ibu juga punya peluang untuk mandiri secara finansial,” ujarnya.

Menurutnya, peluang tersebut dapat dimanfaatkan hanya dengan perangkat sederhana. “Kita sebenarnya bisa menghasilkan sendiri dari rumah, hanya dengan handphone,” kata Surtaman.

Ia juga memaparkan besarnya potensi pasar digital di Indonesia. Dengan jumlah penduduk Kabupaten Serang sekitar 1,8 juta jiwa dan Indonesia mencapai 280 juta jiwa, lebih dari 80 persen masyarakat telah menggunakan ponsel.

“Artinya, ada lebih dari 200 juta pengguna digital di Indonesia. Ini adalah pasar yang sangat besar,” jelasnya.

Surtaman menambahkan, masyarakat dapat memanfaatkan peluang tersebut melalui berbagai platform digital, termasuk software Swamite dan media sosial. Di dalamnya, pengguna bisa belajar menjadi konten kreator, mengikuti kompetisi, hingga meningkatkan jumlah penonton yang berpotensi menghasilkan pendapatan.

Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya memahami empat pilar dalam pemanfaatan teknologi digital, yakni kecakapan, keamanan, budaya, dan etika digital.

“Pertama, cakap digital. Kita harus paham cara menggunakan teknologi, jangan hanya menjadi penonton,” ujarnya.

Kedua, lanjutnya, adalah aman digital, di mana masyarakat harus menjaga data pribadi dan bijak dalam membagikan konten di ruang publik.

Selain itu, budaya digital juga harus dijaga dengan menampilkan nilai-nilai kesopanan khas Indonesia dalam setiap konten yang dibuat.

“Keempat, etika digital. Ini sangat penting, karena banyak kasus di media sosial yang berujung masalah hukum akibat pelanggaran aturan seperti Undang-Undang ITE,” tegasnya.

Ia menilai, di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu dan meningkatnya kebutuhan hidup, kemandirian finansial menjadi hal yang krusial bagi masyarakat.

“Media sosial dan teknologi digital bisa menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” pungkasnya.

Hingga akhir kegiatan, seminar berlangsung lancar dengan antusiasme tinggi dari peserta yang aktif mengikuti materi dan diskusi.

💬 Disclaimer: Kami di fokustv.com berkomitmen pada asas keadilan dan keberimbangan dalam setiap pemberitaan. Jika Anda menemukan konten yang tidak akurat, merugikan, atau perlu diluruskan, Anda berhak mengajukan Hak Jawab sesuai UU Pers dan Pedoman Media Siber. Silakan isi formulir di halaman ini atau kirim email ke redaksi@fokustv.com.