Optimalisasi PAD, Bapenda Perkuat Layanan dan Edukasi Pajak
SERANG, FOKUS TV – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus memperkuat pelayanan dan edukasi pajak kepada masyarakat sebagai upaya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus mendukung pembiayaan pembangunan daerah.
Kepala Bidang di lingkungan Bapenda menegaskan komitmennya menjalankan amanat sesuai tugas dan fungsi yang diemban dalam pemerintahan daerah. Ia menyatakan fokus bekerja secara maksimal demi mencapai target pendapatan yang telah ditetapkan.
“Ini adalah amanat. Artinya, saya bekerja sebaik mungkin sesuai dengan fungsi saya dalam kabinet pemerintahan,” ujarnya.
Dalam meningkatkan PAD, Bapenda menerapkan strategi penagihan pajak secara langsung atau door to door kepada wajib pajak. Metode ini diterapkan untuk seluruh jenis pajak daerah dan dinilai efektif dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Selain penagihan langsung, Bapenda juga mengoperasikan layanan pajak keliling atau mobiling sebagai bentuk pelayanan jemput bola. Layanan ini tidak hanya melayani pembayaran pajak, tetapi juga memberikan edukasi terkait prosedur dan manfaat pajak.
“Melalui pelayanan keliling ini, kami tidak hanya melayani, tetapi juga memberikan edukasi. Masyarakat perlu tahu bagaimana prosedur pajak dan apa manfaatnya bagi pembangunan,” jelasnya.
Bapenda mencatat adanya peningkatan kesadaran dan kepatuhan wajib pajak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Peningkatan ini dinilai sebagai hasil dari berbagai inovasi pelayanan dan program edukasi yang terus dilakukan secara berkelanjutan.
Sementara untuk sektor retribusi daerah, Bapenda berperan sebagai koordinator. Adapun kewenangan teknis pengelolaan dan penetapan retribusi berada pada masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
“Tugas kami adalah mengoordinasikan agar pengelolaan retribusi berjalan adil, tertib, dan sesuai aturan,” tambahnya.
Menghadapi tahun yang dinilai krusial, Bapenda menegaskan perlunya strategi kerja yang cerdas, inovatif, dan berintegritas. Optimalisasi PAD, menurutnya, harus tetap memperhatikan aspek kemanusiaan dan keberlanjutan pembangunan daerah.
“Optimalisasi PAD tidak bisa dilakukan dengan cara biasa. Kita harus punya strategi, ide, dan inovasi, tanpa meninggalkan integritas,” pungkasnya.
Hingga saat ini, Bapenda terus menjalankan program pelayanan dan edukasi pajak sebagai bagian dari upaya berkelanjutan meningkatkan PAD daerah.
