Kongres V BEM Banten Bersatu, Wamenaker Soroti Bonus Demografi

 


SERANG, FOKUS TV – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Banten Bersatu menggelar Kongres Ke-V di Aula Kampus UPI, Kecamatan Serang, Jumat (10/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi gerakan mahasiswa sekaligus perumusan gagasan strategis dan regenerasi kepemimpinan.

Kongres dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh, di antaranya Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, Wakil Gubernur Banten, Kepala Kesbangpol, anggota DPD/MPR RI Banten Hj. Ade Yuliasih, serta unsur pimpinan kampus dan organisasi mahasiswa se-Banten.

Forum ini menjadi ruang bersama bagi mahasiswa untuk memperkuat peran sebagai agen perubahan dan kontrol sosial dalam menjawab persoalan daerah maupun nasional.

Ketua Koordinator BEM Banten Bersatu, Bagas, menegaskan pentingnya mahasiswa hadir di tengah masyarakat. Ia menyebut peran mahasiswa tidak hanya terbatas pada aktivitas organisasi, tetapi juga sebagai bagian dari solusi sosial.

“Momentum hari ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi kesempatan bagi kita semua untuk meneguhkan semangat pengabdian,” ujarnya.

Menurutnya, kampus merupakan ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan. Mahasiswa didorong mampu menjawab berbagai persoalan sosial serta berkontribusi dalam pembangunan.

“Kampus bukan hanya tempat berorganisasi, tetapi tempat kita menyiapkan diri untuk hadir di tengah masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Siti Kaila menyampaikan kongres ini bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan. Ia menilai forum tersebut sebagai wadah menyatukan visi dan gagasan besar mahasiswa Banten.

“Kongres ini adalah rumah bersama untuk kembali menyatukan semangat gerakan,” katanya.

Ia juga mendorong peserta aktif berdiskusi dan bertukar gagasan demi melahirkan solusi konkret. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga soliditas pasca kongres.

“Silakan berdebat, tetapi setelah kongres ini kita tetap satu barisan,” tegasnya.

Dalam arahannya, Wakil Menteri Ketenagakerjaan menyoroti peran strategis mahasiswa dalam menghadapi bonus demografi dan era digital. Ia menyebut Indonesia memiliki peluang besar dengan tingginya jumlah usia produktif.

“Kritik itu boleh dan harus dilakukan, namun harus berdasarkan data dan fakta, bukan hoaks,” ujarnya.

Ia juga menyinggung tantangan ketidaksesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri, khususnya di Provinsi Banten sebagai salah satu pusat industri nasional.

“Tugas kami memastikan SDM Indonesia siap pakai dan mampu bersaing di era digital. Mahasiswa harus menjadi bagian dari solusi,” katanya.

Pemerintah, lanjutnya, terus mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja melalui program magang nasional dan pelatihan vokasi.

Kongres Ke-V BEM Banten Bersatu diharapkan melahirkan pemimpin mahasiswa yang berintegritas, progresif, dan mampu menghadirkan program nyata bagi masyarakat.

Hingga kegiatan berlangsung, proses sidang kongres masih berjalan dengan agenda pembahasan dan pemilihan kepemimpinan baru.

💬 Disclaimer: Kami di fokustv.com berkomitmen pada asas keadilan dan keberimbangan dalam setiap pemberitaan. Jika Anda menemukan konten yang tidak akurat, merugikan, atau perlu diluruskan, Anda berhak mengajukan Hak Jawab sesuai UU Pers dan Pedoman Media Siber. Silakan isi formulir di halaman ini atau kirim email ke redaksi@fokustv.com.