DPW IWOI Banten Tegaskan Makna Program Makan Bergizi
BANTEN, FOKUS TV – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Provinsi Banten Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) menegaskan pentingnya pemahaman yang tepat terkait istilah “makan bergizi” dan “makanan bergizi” dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah.
Penegasan ini disampaikan menyusul masih ditemukannya kekeliruan pemaknaan di lapangan, baik oleh penyelenggara maupun masyarakat. Pihak yang dimaksud meliputi satuan pendidikan penyedia pangan (SPPG), orang tua, hingga para siswa sebagai penerima manfaat program.
Dalam pernyataan resminya, DPW IWOI Banten menyebut kedua istilah tersebut memiliki makna yang berbeda secara konseptual dan tidak dapat disamakan.
“Makan bergizi merupakan tindakan atau proses mengonsumsi makanan yang sehat dan bermanfaat bagi tubuh. Sementara makanan bergizi merujuk pada jenis atau kualitas makanan itu sendiri, yaitu makanan yang mengandung nilai gizi dan baik untuk kesehatan,” tegas DPW IWOI Banten.
Perbedaan ini dinilai krusial karena Program MBG secara tegas menitikberatkan pada tindakan makan bergizi, bukan sekadar penyediaan makanan bergizi.
Artinya, program ini tidak hanya berbicara tentang jenis makanan yang disajikan, tetapi juga memastikan siswa benar-benar mengonsumsi makanan tersebut secara baik, cukup, dan sesuai kebutuhan gizi.
DPW IWOI Banten juga mengimbau seluruh pihak, khususnya SPPG, agar tidak keliru dalam mengartikan konsep tersebut saat implementasi di lapangan.
“Kami berharap tidak terjadi kekeliruan dalam pelaksanaan. Program pemerintah ini jelas adalah Makan Bergizi (MBG), yang menekankan pada aktivitas konsumsi gizi seimbang oleh siswa, bukan hanya sekadar distribusi makanan,” lanjut pernyataan tersebut.
Selain itu, peran orang tua dan siswa dinilai penting sebagai bagian dari kontrol sosial dalam mengawal program. Masyarakat diharapkan aktif memberikan masukan apabila ditemukan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan.
Dengan pemahaman yang tepat, DPW IWOI Banten optimistis Program MBG dapat berjalan efektif dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan kecerdasan generasi muda Indonesia.
“Kesadaran bersama menjadi kunci. Edukasi harus terus diperkuat agar tidak terjadi bias makna yang berdampak pada kualitas pelaksanaan program,” tutupnya.
Hingga saat ini, Program Makan Bergizi Gratis masih terus berjalan dengan pengawasan dari berbagai pihak guna memastikan pelaksanaannya sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.
