INASSOC Banten Gelar Musda Ke-2, Wildan Hidayatullah Terpilih Ketua
SERANG, FOKUS TV – Indonesian Airsofter Association (INASSOC) Provinsi Banten menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Ke-2 sekaligus pelantikan Ketua Pengurus Daerah (Pengda) periode baru. Kegiatan berlangsung di Hotel Leesmart, Kota Serang, Sabtu (24/1/2026).
Musda dihadiri perwakilan klub airsoft dari berbagai daerah di Banten. Hadir pula jajaran pengurus INASSOC nasional serta perwakilan KORMI.
Forum Musda menjadi ajang evaluasi kepengurusan sebelumnya. Selain itu, agenda ini juga membahas penyusunan program kerja organisasi ke depan.
Ketua Umum INASSOC Nasional, Osep Mulyawan, menyampaikan Musda Ke-2 INASSOC Banten berjalan lancar dan kondusif. Karena hanya terdapat satu calon, pemilihan ketua dilakukan secara aklamasi.
“Musda kedua ini berjalan dengan baik. Fokus utama kami ke depan adalah pembinaan atlet serta penertiban penggunaan airsoft gun agar tetap sesuai aturan dan fungsi olahraga,” ujar Osep.
Ia menyoroti masih adanya kesalahan persepsi publik terkait airsoft gun. Menurutnya, airsoft gun kerap disamakan dengan airgun dalam pemberitaan media.
“Airsoft gun dan airgun adalah dua hal yang berbeda. Airsoft menggunakan peluru plastik dengan mekanisme pegas atau green gas, bukan CO₂, dan murni untuk olahraga,” jelasnya.
Osep menambahkan, INASSOC kini telah hadir di 24 provinsi di Indonesia. Organisasi ini menegaskan hanya mewadahi aktivitas olahraga dan hobi, bukan untuk kepentingan bela diri.
“Jika hanya ingin KTA untuk kepemilikan handgun atau alasan keamanan pribadi, itu kami tolak. Airsoft bukan untuk bela diri,” tegasnya.
Dalam Musda tersebut, Wildan Hidayatullah resmi ditetapkan sebagai Ketua Pengda INASSOC Banten periode berikutnya. Ia menyampaikan bahwa INASSOC Banten saat ini menaungi 14 klub dari lima pengurus cabang di seluruh wilayah Banten.
“Peserta Musda bahkan datang dari Desa Sinargalih, Kabupaten Lebak, dengan waktu tempuh sekitar enam jam. Ini menunjukkan pemerataan perkembangan INASSOC di Banten sudah sangat baik,” kata Wildan.
Wildan memaparkan tiga fokus utama kepengurusan ke depan. Fokus tersebut meliputi pengembangan keanggotaan, kaderisasi atlet untuk Kejurnas dan Pornas, serta penertiban penggunaan airsoft gun.
Terkait penertiban, INASSOC Banten akan melakukan inventarisasi dan registrasi kepemilikan unit airsoft. Organisasi menegaskan airsoft gun tidak boleh dibawa atau dipertontonkan di ruang publik.
“Airsoft gun hanya boleh digunakan untuk kegiatan olahraga. Membawa ke tempat umum merupakan pelanggaran serius,” tegasnya.
Ia menambahkan, penyalahgunaan airsoft gun dapat dikenai sanksi organisasi dan sanksi hukum sesuai Undang-Undang Darurat. Musda Ke-2 INASSOC Banten ditutup dengan pelantikan kepengurusan baru dan penetapan program kerja periode mendatang.
