HIPKA Banten Gelar Muswil II, Kamrussamad Dorong Sinergi Pengusaha

FOKUS TV SERANG - HIPKA Banten Muswil II digelar bersamaan dengan Forum Bisnis Daerah (Forbisda) di Hotel Horison, Minggu (11/10/2026). Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPKA, H. Kamrussamad, Ph.D., mendorong penguatan kolaborasi antarpengusaha, akses pembiayaan, digitalisasi pemasaran, serta kaderisasi wirausaha muda untuk meningkatkan kontribusi dunia usaha terhadap perekonomian daerah.
Intinya:
- HIPKA Banten menggelar Forum Bisnis Daerah dan Musyawarah Wilayah II dengan tema sinergi pengusaha KAHMI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kewirausahaan Banten.
- Kamrussamad mendorong kolaborasi pengusaha dengan perbankan, BUMD, sektor swasta, dan pemangku kepentingan lainnya.
- Sebanyak 55 anggota dari Provinsi Banten tercatat dalam sistem pendataan tingkat pusat HIPKA.
- Nama ketua HIPKA Banten yang terpilih dan hasil akhir Muswil II belum tercantum dalam informasi yang tersedia.
HIPKA Banten Dorong Kolaborasi Pengusaha Lintas Sektor
Forum Bisnis Daerah dan Musyawarah Wilayah II HIPKA Banten mengusung tema “Membangun Sinergi Pengusaha KAHMI untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Kewirausahaan Banten”. Kegiatan ini menjadi ruang untuk membahas penguatan jaringan usaha dan pengembangan kewirausahaan di daerah.
Dalam sambutannya, Kamrussamad menekankan pentingnya HIPKA menjadi wadah yang mempertemukan pelaku usaha dengan perbankan, badan usaha milik daerah (BUMD), sektor swasta, dan pemangku kepentingan lainnya.
Menurutnya, peluang bisnis tidak hanya bergantung pada proyek pemerintah yang bersumber dari APBN dan APBD. Pengusaha juga perlu mengembangkan kemitraan industri, memanfaatkan akses pembiayaan, dan memahami kebutuhan pasar.
Penguatan hubungan antarpelaku usaha diharapkan dapat membuka kesempatan kerja sama yang lebih luas. Dengan demikian, anggota HIPKA memiliki peluang untuk mengembangkan bisnis melalui berbagai jalur kemitraan.
Kamrussamad Soroti Potensi Ekonomi Banten
Kamrussamad menilai Provinsi Banten memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan melalui berbagai sektor, mulai dari industri pengolahan, perdagangan, konstruksi, properti, hingga jasa pendukung industri.
Potensi kawasan industri dan akses logistik dinilai membuka peluang bagi pengusaha lokal untuk masuk ke dalam rantai pasok. Peluang tersebut mencakup penyediaan material, distribusi barang, pemeliharaan properti, serta jasa pendukung kegiatan industri.
Karena itu, pengusaha didorong membangun kerja sama lintas sektor agar peluang ekonomi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan bisnis dan menciptakan lapangan kerja.
Kamrussamad juga menyoroti sektor konsumsi dan perdagangan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain itu, industri pengolahan dinilai perlu dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah produk dan memperluas peluang usaha bagi pelaku bisnis lokal.
Berbagai sektor tersebut menjadi bagian dari potensi yang dapat dijajaki pengusaha melalui kemitraan dan pengembangan kegiatan bisnis. HIPKA diharapkan dapat membantu mempertemukan pelaku usaha dengan pihak yang memiliki peluang kerja sama sesuai bidang masing-masing.
Akses Pembiayaan Usaha Jadi Perhatian HIPKA
Selain kolaborasi bisnis, akses pembiayaan menjadi salah satu hal yang disoroti dalam kegiatan tersebut. Kamrussamad menegaskan bahwa pengusaha perlu memiliki perencanaan bisnis yang matang agar dapat memanfaatkan fasilitas pembiayaan dari industri keuangan.
Akses kredit dan pembiayaan perlu didukung kelayakan proyek serta kemampuan perusahaan memenuhi persyaratan lembaga keuangan. Karena itu, perencanaan bisnis menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan pelaku usaha ketika mencari sumber pendanaan.
HIPKA diharapkan dapat berperan sebagai penghubung antara pelaku usaha, perbankan, regulator, dan BUMD untuk membuka peluang kemitraan yang lebih luas.
Dalam kegiatan tersebut, mitra dari sektor perbankan dan BUMD turut hadir, di antaranya perwakilan Bank BJB Cilegon, Bank Banten, serta Banten Global Development.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring usaha dan mendorong kolaborasi ekonomi di Provinsi Banten.
Digitalisasi dan Kaderisasi Wirausaha Muda
HIPKA juga mendorong peningkatan kapasitas anggota melalui pelatihan praktis. Materi yang menjadi perhatian meliputi pemasaran digital atau digital marketing, pengelolaan keuangan perusahaan, serta pelatihan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Penguatan kapasitas tersebut menjadi bagian dari upaya mempersiapkan pelaku usaha agar dapat mengembangkan bisnisnya. Pelatihan diarahkan pada keterampilan yang berkaitan dengan pemasaran, pengelolaan keuangan, dan kebutuhan pasar.
Kamrussamad turut menekankan pentingnya pendataan anggota berbasis digital untuk memetakan wilayah, kategori usia, dan bidang usaha.
Berdasarkan pemaparan dalam sambutan, terdapat 55 anggota yang tercatat berasal dari Provinsi Banten dalam sistem pendataan tingkat pusat. Data tersebut diharapkan membantu pengurus mengidentifikasi potensi anggota sekaligus mempertemukan mereka dengan mitra bisnis dan lembaga pembiayaan yang sesuai.
Pendataan berbasis digital menjadi salah satu instrumen untuk mengenali profil anggota berdasarkan bidang usaha dan wilayah. Informasi tersebut diharapkan dapat mendukung upaya pengembangan jaringan bisnis di lingkungan HIPKA.
Selain itu, HIPKA didorong memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) untuk menumbuhkan minat kewirausahaan di kalangan generasi muda.
Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong lebih banyak anak muda menjadi pencipta lapangan kerja, bukan hanya pencari kerja.
Muswil II HIPKA Banten Bahas Penguatan Organisasi
Pelaksanaan Muswil II HIPKA Banten menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus pembahasan arah pengembangan kewirausahaan di daerah.
Kamrussamad berharap pengurus HIPKA di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota dapat memperluas jaringan usaha, membangun kemitraan dengan berbagai asosiasi bisnis, serta memperkuat kontribusi pengusaha terhadap perekonomian.
Melalui Forum Bisnis Daerah dan Muswil II ini, HIPKA Banten diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antarpelaku usaha, memperluas akses pembiayaan, dan menyiapkan pengusaha muda yang kompetitif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Banten menuju Indonesia Emas 2045.
Meski Muswil II telah digelar, informasi mengenai nama ketua HIPKA Banten yang terpilih serta hasil akhir musyawarah belum tercantum dalam informasi yang tersedia hingga berita ini disusun.
Penulis: Rachmawati