Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Banten Soroti Program Prabowo-Gibran


CILEGON, FOKUS TV –Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Banten menggelar Konsolidasi Wilayah Tahap II menjelang dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kegiatan tersebut berlangsung di Kota Cilegon, Selasa (13/10/2026), dengan membahas sejumlah isu kebijakan pemerintah.

Aliansi ini melibatkan sejumlah organisasi, di antaranya Ruang Ekspresi Indonesia, Pemuda Muslim Banten, Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Pesisir Banten, Gen Muda Banten, Forum Mahasiswa Anti Korupsi, FKPIB, dan Front Pemuda Banten Bersatu.

Koordinator Aliansi, Royhan, mengatakan konsolidasi tahap kedua tersebut menjadi bagian dari persiapan untuk menyikapi perjalanan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

"Pada momentum kali ini, konsolidasi kedua kalinya dalam rangka menuju dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran," ujar Royhan.

Sejumlah isu yang menjadi perhatian dalam konsolidasi tersebut meliputi program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas), reforma agraria, hingga persoalan kesehatan. 

 Soroti Tata Kelola MBG dan Koperasi Desa

Salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut, Ketua Bidang Investasi dan Hilirisasi PB SEMMI, Fahmi Ubaidillah, menyoroti pelaksanaan program prioritas pemerintah, khususnya MBG dan KDMP.

Fahmi menilai tata kelola kedua program tersebut perlu mendapat perhatian. Ia menyinggung sejumlah persoalan yang menurutnya muncul dalam pelaksanaan program, mulai dari dugaan kasus keracunan terkait MBG hingga lokasi pembangunan koperasi desa yang dinilai jauh dari permukiman warga.

"Menyoalkan tata kelola MBG dan Koperasi Desa yang di mana selama dua tahun ini banyak menimbulkan persoalan, seperti MBG yang beracun dan bangunan Kopdes yang berada di tengah hutan, jauh dari lokasi penduduk," kata Fahmi.

Aliansi juga menyoroti besarnya anggaran program MBG yang disebut mencapai Rp335 triliun. Menurut mereka, besarnya alokasi anggaran tersebut perlu diiringi tata kelola yang baik, transparansi, dan pengawasan agar pelaksanaannya memberikan manfaat bagi masyarakat.

Aliansi Siapkan Aksi pada 20 Oktober

Royhan menegaskan, evaluasi terhadap dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran perlu diarahkan pada penyelesaian persoalan dan dampak nyata bagi masyarakat.

"Tentunya kami selaku generasi muda menegaskan bahwa dalam dua tahun Prabowo-Gibran, apa yang sudah dilakukan, program yang tetap menghasilkan bibit korup dan tidak ada dampak positif untuk masyarakat," ujar Royhan.

Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Banten menyatakan akan menggelar aksi pada 20 Oktober 2026, bertepatan dengan momentum dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Hingga Selasa (13/10/2026), aliansi tersebut baru menyampaikan rencana aksi. Tuntutan terperinci dan teknis pelaksanaan aksi belum dijelaskan dalam keterangan yang disampaikan.

💬 Disclaimer: Kami di fokustv.com berkomitmen pada asas keadilan dan keberimbangan dalam setiap pemberitaan. Jika Anda menemukan konten yang tidak akurat, merugikan, atau perlu diluruskan, Anda berhak mengajukan Hak Jawab sesuai UU Pers dan Pedoman Media Siber. Silakan isi formulir di halaman ini atau kirim email ke [email protected].