DEMA UIN Banten Sampaikan Sikap di PBAK 2026


SERANG, BANTEN — FOKUSTV.COM – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menyampaikan pernyataan sikap Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) UIN Banten dalam rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026.

Pernyataan sikap tersebut disampaikan di Gedung Convention Hall UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Rabu (2/9/2026), dan dipimpin langsung Presiden Mahasiswa UIN Banten Muhammad Syahid di hadapan mahasiswa baru.

Syahid menegaskan kampus tidak semestinya hanya menjadi tempat mahasiswa mengejar nilai, IPK, dan gelar. Menurutnya, perguruan tinggi juga harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membaca realitas sosial dan memahami berbagai persoalan masyarakat.

«“Kampus tidak boleh menjadi ruang yang hanya diam di dalam kelas. Kampus harus menjadi ruang untuk membaca realitas, memahami persoalan rakyat, dan berani bersuara ketika ketidakadilan terjadi,” tegas Syahid.»

DEMA UIN Banten menyampaikan sikap tersebut sebagai bentuk keprihatinan terhadap sejumlah persoalan bangsa, di antaranya isu hak asasi manusia (HAM), kebebasan berpendapat, ketimpangan sosial, serta tindakan represif terhadap mahasiswa dan masyarakat yang menyampaikan kritik.

Momentum September Hitam juga menjadi bagian dari refleksi yang disampaikan dalam pernyataan sikap tersebut. Syahid menyebut berbagai catatan kelam pelanggaran HAM di Indonesia harus menjadi pengingat untuk terus memperjuangkan keadilan.

Selain isu HAM dan demokrasi, KBM UIN Banten menyoroti pentingnya pendidikan sebagai fondasi pembangunan bangsa. Akses dan kualitas pendidikan, kesejahteraan mahasiswa, serta keberpihakan terhadap dunia pendidikan dinilai perlu mendapat perhatian serius.

Dalam pernyataan sikapnya, KBM UIN Banten menyerukan sejumlah tuntutan. Di antaranya menjamin kebebasan akademik, menghormati kebebasan berpendapat, serta menghentikan tindakan represif terhadap gerakan mahasiswa dan rakyat.

Mahasiswa juga menyerukan penyelesaian persoalan HAM dan penegakan keadilan serta meminta pendidikan ditempatkan sebagai salah satu fondasi masa depan bangsa.

Di hadapan mahasiswa baru, Syahid mengajak mahasiswa UIN Banten tidak hanya mengejar prestasi akademik. Ia meminta mahasiswa memiliki keberanian untuk membaca kondisi sosial dan merespons persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

«“Jangan hanya menjadi mahasiswa yang pintar di dalam kelas, tetapi harus berani membaca keadaan. Karena mahasiswa bukan hanya calon sarjana. Mahasiswa adalah kekuatan moral dan intelektual bangsa,” ujarnya.»

Pernyataan sikap tersebut kemudian ditutup dengan sejumlah seruan perjuangan mahasiswa, termasuk seruan melawan ketidakadilan dan pembungkaman serta seruan politik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.

Melalui PBAK 2026, DEMA UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menegaskan bahwa pengenalan kehidupan kampus tidak hanya berkaitan dengan akademik dan organisasi. Momentum tersebut juga diarahkan untuk memperkenalkan peran dan tanggung jawab mahasiswa dalam membaca serta merespons persoalan masyarakat dan bangsa.Jika diperlukan, saya juga bisa membuat **versi lebih tajam untuk portal berita**, dengan judul yang lebih menarik dan lead yang lebih kuat.

💬 Disclaimer: Kami di fokustv.com berkomitmen pada asas keadilan dan keberimbangan dalam setiap pemberitaan. Jika Anda menemukan konten yang tidak akurat, merugikan, atau perlu diluruskan, Anda berhak mengajukan Hak Jawab sesuai UU Pers dan Pedoman Media Siber. Silakan isi formulir di halaman ini atau kirim email ke [email protected].