Dugaan Minim Pengawasan Proyek Jalan Nasional di Cilegon


 CILEGON, FOKUS TV – Pelaksanaan proyek preservasi Jalan Merak–Cilegon–Serang–Serdang Bojonegara dengan nilai anggaran Rp138,68 miliar menuai sorotan. Proyek yang dikerjakan oleh PT Galih Medan Perkasa (GMP) diduga kurang mendapat pengawasan optimal dari pihak terkait.

Berdasarkan hasil investigasi di lapangan pada Selasa malam sekitar pukul 22.30 WIB, ditemukan aktivitas pengecoran beton FS45 di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon. Namun, di lokasi tersebut diduga tidak terlihat kehadiran konsultan supervisi maupun pengawas dari satuan kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah 2 Provinsi Banten.

Tim supervisi yang ditemui di lokasi menyebut bahwa pekerjaan pengecoran telah sesuai dengan hasil uji yang direncanakan. “Beton FS45 yang kami gelar sesuai uji senkon yang direncanakan,” ujar salah satu perwakilan tim supervisi.

Meski demikian, temuan di lapangan mendapat kritik dari aktivis pemerhati pembangunan. Samsul dari Forum Komunikasi Masyarakat Banten menilai pelaksanaan pekerjaan tersebut patut dipertanyakan.

“Kami sangat menyayangkan di lokasi tidak ada konsultan maupun pengawas dari bawahan PPK untuk memastikan kelayakan pengecoran beton FS45 yang sedang dilaksanakan,” kata Samsul.

Ia juga menyoroti kualitas material dan metode kerja yang digunakan. Menurutnya, kondisi beton saat diturunkan dari mobil mixer terlihat setengah encer dan mudah digelar, serta tidak didukung peralatan teknis yang memadai.

“Tidak terlihat penggunaan concrete vibrator, mesin perata cor, maupun concrete screeder. Selain itu, penerangan di lokasi juga kurang maksimal,” ujarnya.

Samsul menilai kondisi tersebut diduga tidak sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi. Ia menegaskan bahwa pelaksana seharusnya mengikuti mix design dan metode kerja, termasuk penggunaan alat pemadat mekanis dan peralatan perata beton.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Banten maupun PT Galih Medan Perkasa terkait dugaan tersebut. Status pekerjaan di lokasi dilaporkan masih berlangsung.

💬 Disclaimer: Kami di fokustv.com berkomitmen pada asas keadilan dan keberimbangan dalam setiap pemberitaan. Jika Anda menemukan konten yang tidak akurat, merugikan, atau perlu diluruskan, Anda berhak mengajukan Hak Jawab sesuai UU Pers dan Pedoman Media Siber. Silakan isi formulir di halaman ini atau kirim email ke redaksi@fokustv.com.