Produksi Padi Banten 2025 Naik 16,84 Persen, Capai 1,8 Juta Ton
SERANG, FOKUS TV – Pemerintah Provinsi Banten mencatat peningkatan signifikan produksi padi sepanjang 2025. Kenaikan produksi mencapai 16,84 persen seiring bertambahnya luas panen di berbagai wilayah sentra pertanian.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, luas panen padi pada 2025 mencapai 349.288 hektare. Angka tersebut meningkat dibandingkan sekitar 299 ribu hektare pada tahun sebelumnya.
Seiring bertambahnya luas panen, produksi padi Banten naik dari 1,5 juta ton menjadi 1,8 juta ton. Peningkatan produksi terjadi di sejumlah daerah penghasil utama.
“Luas panen Provinsi Banten tahun 2025 meningkat 16,84 persen, dari 299 ribu hektare menjadi 349.288 hektare. Sejalan dengan itu, produksi padi meningkat 16,84 persen, dari 1,5 juta ton menjadi 1,8 juta ton,” ujar Andra.
Pernyataan tersebut disampaikan Andra usai mengikuti Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara daring. Kegiatan berlangsung di Jalan Tasikardi–Banten Lama, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Rabu (7/1/2026).
Andra menjelaskan, kontribusi terbesar produksi beras di Banten berasal dari Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Serang. Ketiga daerah tersebut menjadi sentra utama pertanian padi.
Menurutnya, peningkatan produksi tidak terlepas dari kebijakan Pemerintah Pusat. Kebijakan itu meliputi penurunan harga pupuk, penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah Kering Panen, serta perbaikan infrastruktur irigasi.
“Ini semua terjadi berkat program Presiden Prabowo Subianto dalam menurunkan harga pupuk, penetapan harga gabah kering panen, juga perbaikan saluran irigasi oleh Pemerintah Pusat dan pemerintah daerah,” katanya.
Untuk menjaga keberlanjutan produksi, Pemprov Banten berkomitmen melindungi lahan pertanian. Upaya dilakukan melalui pengaturan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan program Lahan Sawah Dilindungi (LSD).
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Banten juga menyerahkan bantuan stimulus kepada petani. Bantuan berupa satu ton bibit unggul varietas Inpari 32, Cakrabuana, dan Biosalin 1 diberikan kepada lima kelompok tani.
Selain itu, sebanyak 200 paket sembako disalurkan kepada masyarakat sekitar lokasi panen raya. Bantuan diberikan bersamaan dengan kegiatan tersebut.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dalam sambutan virtualnya menyampaikan swasembada pangan nasional tercapai lebih cepat dari target. Pemerintah menilai swasembada pangan menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan nasional.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan produksi beras nasional 2025 mencapai 34 juta ton. Cadangan beras nasional tercatat sebesar 3,2 juta ton dengan Nilai Tukar Petani (NTP) berada di angka 125.
