Proyek Pengendalian Banjir Sungai Cibanten Rp 21,5 Miliar Disorot
SERANG, FOKUS TV – Proyek Pengendalian Banjir Sungai Cibanten di Kota Serang, Banten, yang dikerjakan PT Mega Karya Setralindo, menjadi sorotan. Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut diduga memiliki sejumlah persoalan dalam pelaksanaan pekerjaan, mulai dari ceceran lumpur di jalan raya hingga pertanyaan mengenai pengangkutan material hasil pengerukan sungai.
Proyek dengan nilai anggaran Rp 21.565.495.000 atau sekitar Rp 21,5 miliar itu berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan pengawasan Balai Wilayah Sungai (BWS) yang disebut dalam informasi proyek.
Berdasarkan pantauan awak media pada Kamis (22/10/2026), aktivitas pengerukan Sungai Cibanten dilakukan menggunakan alat berat jenis excavator merek Kobelco yang berada di atas tongkang.
### Lumpur Hasil Pengerukan Berceceran di Jalan
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah pengangkutan pasir dan lumpur hasil pengerukan Sungai Cibanten menggunakan truk. Material tersebut diduga berceceran di jalan raya yang berada di sekitar lokasi proyek.
Ceceran lumpur itu juga menjadi perhatian publik setelah sejumlah akun TikTok mengunggah informasi terkait kondisi tersebut. Awak media yang melakukan peninjauan langsung turut menemukan ceceran lumpur di jalan sekitar area pengerjaan.
Selain persoalan kebersihan jalan, muncul dugaan mengenai pemanfaatan atau penjualan material hasil pengerukan. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari pihak terkait.
### Pengawas Lapangan Arahkan Konfirmasi ke Satu Pintu
Saat berada di lokasi, awak media memperkenalkan diri sebagai wartawan dan mencoba meminta keterangan kepada seseorang yang diduga sebagai pengawas lapangan.
Ketika ditanya mengenai pelaksanaan pekerjaan dan pengangkutan material hasil pengerukan, orang tersebut mengarahkan awak media untuk melakukan konfirmasi melalui satu pintu.
“Kalau untuk teman-teman media, silakan satu pintu dengan Pak A,” ujarnya.
Saat awak media menanyakan ke mana pasir dan lumpur hasil pengerukan dibawa, orang tersebut tidak memberikan jawaban dan meninggalkan awak media.
Identitas serta jabatan orang yang ditemui di lokasi tersebut belum dapat dipastikan.
### Proyek Bernilai Puluhan Miliar Diminta Diawasi
Pelaksanaan proyek Pengendalian Banjir Sungai Cibanten dinilai perlu mendapat perhatian dan pengawasan dari instansi berwenang, terutama terkait pengelolaan material hasil pengerukan, pengangkutan menggunakan armada truk, serta penerapan prosedur keselamatan dan kebersihan lingkungan selama pekerjaan berlangsung.
Dugaan ketidaksesuaian antara dokumen penawaran saat proses lelang dan pelaksanaan pekerjaan di lapangan juga perlu diklarifikasi berdasarkan dokumen kontrak, spesifikasi teknis, serta hasil pemeriksaan pihak berwenang.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari PT Mega Karya Setralindo maupun instansi terkait mengenai temuan ceceran lumpur, tujuan pengangkutan material hasil pengerukan, dan dugaan ketidaksesuaian pelaksanaan proyek tersebut.
Redaksi FOKUS TV membuka ruang hak jawab, koreksi, dan klarifikasi bagi PT Mega Karya Setralindo maupun pihak terkait lainnya sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
