Vokasi Nasional Batch 4 Diluncurkan, Target 330 Ribu Peserta 2026
SERANG, FOKUS TV – Pemerintah meluncurkan Program Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 sebagai bagian dari strategi meningkatkan kompetensi tenaga kerja dan menyesuaikannya dengan kebutuhan industri. Program tersebut menjadi salah satu agenda strategis pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia.
Peluncuran dilakukan di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, Selasa (1/9/2026), dengan dihadiri Menteri Ketenagakerjaan, Gubernur Banten, Wali Kota, Bupati Serang, serta jajaran Kementerian Ketenagakerjaan.
Dalam program tersebut, pemerintah menargetkan kapasitas pelatihan vokasi mencapai 330 ribu peserta pada 2026 setelah mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp1,7 triliun.
Sementara itu, program magang juga memperoleh tambahan anggaran Rp4,2 triliun. Tambahan tersebut membuat kapasitas program magang ditargetkan mencapai 150 ribu peserta.
"Jadi kita mendapatkan tambahan anggaran untuk magang Rp4,2 triliun dan untuk pelatihan vokasi Rp1,7 triliun," kata Menteri Ketenagakerjaan dalam sambutannya.
Untuk Batch 4, sekitar 30 ribu orang tercatat mendaftar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 12.100 peserta dinyatakan lolos dan mengikuti pelatihan, baik secara langsung maupun daring.
"Yang mendaftar 30 ribuan orang batch 4 dan yang diterima yang hadir sekarang di ruangan ini dan online sebanyak 12 ribu orang," ujarnya.
Peserta akan mengikuti pelatihan dengan durasi berbeda, mulai dua minggu hingga dua bulan. Seluruh biaya pelatihan ditanggung pemerintah, sementara peserta juga memperoleh uang saku sebesar Rp50 ribu per hari.
Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta berpeluang memperoleh sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikasi tersebut diharapkan menjadi bukti kompetensi peserta saat memasuki dunia industri.
"Ini adalah upaya kita untuk sama-sama meningkatkan kompetensi untuk anak muda kita," katanya.
Pelatihan vokasi diarahkan pada sejumlah bidang yang dinilai memiliki kebutuhan tenaga kerja, seperti welding, green skill, smart operation, agroforestry, artificial intelligence (AI), digital skill, hospitality, bakery, manufaktur dan rekayasa industri.
Selain itu, pelatihan mencakup sektor energi dan utilitas, teknologi informasi, pertanian, serta bidang lain yang disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan industri.
Program tersebut juga menjadi respons pemerintah terhadap perubahan teknologi dan pola kebutuhan tenaga kerja. Perkembangan industri 4.0, digitalisasi, hingga artificial intelligence membuat kebutuhan kompetensi tenaga kerja terus berubah.
"Supply dan demand-nya berbeda karena adanya revolusi industri, mulai dari industri 4.0, kemudian dengan digitalisasi sampai dengan yang terakhir terkait perkembangan artificial intelligence," ujar sumber dalam pemaparannya.
Pemerintah mencatat realisasi investasi telah mencapai lebih dari Rp1.001 triliun atau tumbuh 7,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada saat yang sama, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) disebut turun dari 4,68 persen menjadi 4,65 persen.
Kebutuhan talenta digital juga diperkirakan terus meningkat. Pemerintah memperkirakan kebutuhan talenta digital mencapai sekitar 456 ribu orang per tahun hingga 2030.
Kemnaker menyebut ekosistem pelatihan vokasi saat ini didukung balai-balai pelatihan di berbagai daerah, lebih dari 3.000 instruktur pemerintah, serta ratusan skema sertifikasi.
Pemerintah juga berencana menambah sekitar 15 hingga 19 balai pelatihan vokasi pada tahun berikutnya. Dengan penambahan tersebut, jumlah balai vokasi ditargetkan mencapai sekitar 50 hingga 60 balai.
Menteri Ketenagakerjaan menegaskan target peningkatan kapasitas pelatihan menjadi bagian dari visi untuk memperluas akses masyarakat terhadap peningkatan keterampilan.
"Sejak awal jadi Menteri saya punya visi minimal satu juta orang harus kita latih satu tahun," ujarnya.
Pelaksanaan Program Vokasi Nasional Batch 4 selanjutnya akan diteruskan ke batch berikutnya hingga Batch 5, 6 dan 7. Pemerintah menargetkan kapasitas 330 ribu peserta pada 2026 dapat direalisasikan sebelum atau pada akhir tahun.
Pemerintah juga mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah, termasuk Pemerintah Provinsi Banten, untuk mengoptimalkan keberadaan BBPVP Serang dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja dan menjawab kebutuhan industri.
Dengan dimulainya Batch 4, peserta yang telah lolos seleksi mulai mengikuti pelatihan sesuai bidang kompetensi masing-masing.Kalau ingin, saya juga bisa buatkan versi lebih tajam untuk headline FOKUS TV dengan angle “Rp1,7 Triliun untuk Vokasi, 330 Ribu Peserta Ditargetkan”.
