PT Win Karya Mandiri Bertransformasi Jadi Holding Logistik dan Manufaktur
JAKARTA, FOKUS TV – PT Win Karya Mandiri mengumumkan transformasi bisnis menjadi holding company yang berfokus pada sektor logistik, manufaktur, dan manajemen rantai pasok. Transformasi ini menandai langkah baru perusahaan yang selama ini dikenal sebagai reseller dengan jaringan kerja sama langsung bersama berbagai pabrikan di China.
Perubahan tersebut menjadi bagian dari strategi ekspansi perusahaan di bawah kepemimpinan Direktur Utama Windarto. Melalui struktur holding, PT Win Karya Mandiri mengonsolidasikan sejumlah lini usaha untuk memperkuat daya saing serta mendukung pengembangan industri nasional.
Selama 2025 hingga 2026, perusahaan mengklaim mencatat pertumbuhan penjualan yang signifikan. Salah satu pencapaian yang disampaikan yakni penjualan mencapai Rp2 miliar pada Maret 2026, dengan target pertumbuhan hingga Rp5 miliar sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang.
Selain memperluas pasar, PT Win Karya Mandiri juga menyebut telah memperoleh sejumlah proyek di sektor energi dan infrastruktur. Di antaranya pekerjaan pemeliharaan sistem tangki penyimpanan bahan bakar di Refinery Unit III PT Pertamina (Persero), kolaborasi dalam pembangunan pabrik kimia bersama PT PP (Persero) Tbk, serta sinergi logistik industri dengan PT Krakatau Poco.
Perusahaan menilai kekuatan utamanya terletak pada rantai pasok yang terhubung langsung dengan berbagai pabrikan di China. Melalui transformasi menjadi holding company, perusahaan menargetkan peningkatan efisiensi operasional sekaligus memperluas bisnis pada sektor logistik, manajemen rantai pasok, hingga pertambangan berkelanjutan.
PT Win Karya Mandiri juga menyatakan mendapat dukungan dari mitra strategis, termasuk Danantara, untuk pengembangan proyek tambang nikel berkelanjutan di Kalimantan yang mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya mendukung hilirisasi industri dan penguatan ekonomi nasional.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, perusahaan mengaku tetap menerapkan strategi keuangan yang hati-hati. Fokus diarahkan pada pengelolaan likuiditas melalui optimalisasi dana internal serta pengurangan investasi berisiko tinggi.
«"Dengan fondasi yang kuat dan visi yang jelas, PT Win Karya Mandiri optimis tidak hanya mempertahankan posisinya sebagai reseller terbesar, tetapi juga menjadi motor penggerak utama dalam mendukung infrastruktur dan industri nasional," ujar Direktur Utama PT Win Karya Mandiri, Windarto, dalam keterangan resminya.»
Melalui transformasi tersebut, PT Win Karya Mandiri menargetkan menjadi perusahaan terintegrasi yang mampu memperkuat sektor logistik, manufaktur, dan rantai pasok nasional. Hingga saat ini, proses pengembangan holding company disebut terus berjalan sebagai bagian dari strategi ekspansi perusahaan.Perlu dicatat bahwa sejumlah klaim dalam naskah, seperti status "reseller terbesar di Indonesia", capaian proyek, target penjualan, dan dukungan mitra, berasal dari keterangan perusahaan. Jika akan dipublikasikan sebagai berita, sebaiknya dicantumkan sebagai klaim perusahaan atau dilengkapi dengan verifikasi independen serta tanggapan dari pihak terkait.
