Polda Banten Salurkan 500 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
SERANG, FOKUS TV – Polda Banten bersama Pemerintah Provinsi Banten menyalurkan bantuan 500.000 liter air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau di wilayah hukum Polres Serang, Kamis (6/8/2026).
Sebanyak 64 mobil tangki dikerahkan untuk mendistribusikan air bersih ke lima hingga enam kecamatan yang mengalami krisis air bersih. Kegiatan ini melibatkan jajaran Polri, TNI, Pemerintah Provinsi Banten, DPRD Provinsi Banten, serta pemerintah daerah.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kehadiran negara dalam membantu masyarakat yang terdampak musim kemarau.
"Hari ini bantuan yang disalurkan mencapai 500.000 liter air bersih atau sebanyak 64 tangki air yang didistribusikan ke lima hingga enam kecamatan," ujar Andra Soni.
Ia menegaskan, bantuan air bersih bukan kali pertama dilakukan. Pemerintah Provinsi Banten bersama TNI, Polri, DPRD, dan seluruh unsur terkait akan terus hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Selain menyalurkan bantuan, Pemerintah Provinsi Banten juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah sembarangan, serta tidak membuang puntung rokok di lokasi yang berpotensi memicu kebakaran selama musim kemarau.
"Masyarakat yang mengetahui adanya kebakaran maupun wilayah yang mengalami kekeringan diminta segera melaporkan melalui Call Center 110 agar dapat segera ditindaklanjuti," katanya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengapresiasi langkah Polda Banten yang menginisiasi pendistribusian air bersih kepada masyarakat.
"Atas nama Pemerintah Provinsi Banten, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Kapolda Banten, Bapak Kapolres, beserta seluruh jajaran," ujarnya.
Menurutnya, kendaraan water cannon yang biasanya digunakan untuk pengamanan aksi unjuk rasa kini dimanfaatkan untuk kepentingan kemanusiaan dengan mengalirkan air bersih kepada masyarakat dan menyiram tanaman di wilayah terdampak kekeringan.
Dimyati juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) memperkuat sinergi dengan Polri dalam membantu masyarakat yang mengalami kekeringan di berbagai wilayah Banten.
Ia turut mendukung gagasan pembangunan sarana penampungan air di permukiman warga agar dapat dimanfaatkan sebagai cadangan air saat musim kemarau dan membantu mengurangi potensi banjir ketika musim hujan.
Kegiatan pendistribusian air bersih ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat selama musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung hingga September 2026, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan Polri dalam penanganan dampak kekeringan.
