Mahasiswa Banten Tegaskan Peran Mitra Kritis Dukung Profesionalisme Polri

 


SERANG, FOKUS TV – Aliansi Mahasiswa Demokrasi Banten Bersatu (AMDBB) bersama BEM Banten Bersatu, Aliansi BEM Serang Raya, dan BEM UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menggelar Diskusi Publik dan Deklarasi bertajuk "80 Tahun Bhayangkara: Posisi Mahasiswa sebagai Mitra Kritis dalam Mendukung Profesionalisme Polri" di Cafe & Resto Ledeugh, Kota Serang.

Kegiatan yang diikuti sekitar 75 peserta itu menjadi forum konsolidasi mahasiswa untuk membahas isu keamanan, penegakan hukum, serta hubungan antara mahasiswa dan institusi kepolisian di tengah dinamika demokrasi.

Dalam diskusi tersebut, peserta menegaskan bahwa mahasiswa akan tetap menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap setiap kebijakan dan kinerja institusi negara, termasuk Polri. Kritik yang disampaikan, menurut peserta, harus objektif, berbasis data, serta bertujuan mendorong lahirnya institusi kepolisian yang semakin profesional dan dipercaya masyarakat.

Forum menghasilkan tiga poin deklarasi. Pertama, mendukung Kepolisian Republik Indonesia dalam mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif di wilayah hukum Polda Banten sebagai fondasi pembangunan daerah dan kehidupan demokrasi yang sehat.

Kedua, mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan, memperkuat sinergi, serta menolak segala bentuk provokasi yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di Provinsi Banten.

Ketiga, mendorong Polda Banten terus melakukan pembenahan melalui peningkatan profesionalisme, transparansi, akuntabilitas, pelayanan publik, penegakan hukum yang berkeadilan, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Ketua Koordinator AMDBB menegaskan bahwa mahasiswa akan tetap berada di garis depan dalam mengawal demokrasi dan mengawasi jalannya penegakan hukum.

«"Mahasiswa bukan lawan Polri, tetapi juga bukan pendukung yang membenarkan setiap kebijakan. Posisi kami jelas, menjadi mitra kritis. Kami mendukung setiap langkah kepolisian yang berpihak kepada kepentingan rakyat, namun kami juga tidak akan ragu menyampaikan kritik apabila masih ditemukan penyimpangan, penyalahgunaan kewenangan, atau pelayanan yang belum memenuhi harapan masyarakat."»

Ia menambahkan, pada momentum Hari Bhayangkara ke-80, masyarakat memiliki harapan besar agar institusi Polri terus melakukan pembenahan secara menyeluruh.

«"Kepercayaan publik tidak dibangun melalui slogan, melainkan melalui kerja nyata. Profesionalisme, integritas, transparansi, dan penegakan hukum yang adil harus menjadi komitmen yang benar-benar diwujudkan. Mahasiswa siap mengawal proses tersebut secara objektif dan bertanggung jawab."»

AMDBB juga menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukan untuk melemahkan institusi kepolisian, melainkan membangun kolaborasi yang sehat agar Polri semakin profesional dan mendapat kepercayaan masyarakat.

Diskusi berlangsung tertib, aman, dan kondusif. Seluruh peserta mengikuti rangkaian acara mulai dari pemaparan materi, diskusi interaktif, penyampaian aspirasi, hingga deklarasi bersama.

Sebagai penutup, peserta berkomitmen menjaga stabilitas keamanan, mengedepankan penyampaian aspirasi secara damai dan konstitusional, serta memperkuat sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan kepolisian dalam mewujudkan Provinsi Banten yang aman, demokratis, dan berkeadilan.

💬 Disclaimer: Kami di fokustv.com berkomitmen pada asas keadilan dan keberimbangan dalam setiap pemberitaan. Jika Anda menemukan konten yang tidak akurat, merugikan, atau perlu diluruskan, Anda berhak mengajukan Hak Jawab sesuai UU Pers dan Pedoman Media Siber. Silakan isi formulir di halaman ini atau kirim email ke [email protected].