Jalan Kemuning-Malanggah Rampung, Andra Soni: Buka Akses Pendidikan hingga Ekonomi Warga

Jalan Kemuning-Malanggah Rampung, Andra Soni: Buka Akses Pendidikan hingga Ekonomi Warga

SERANG, FOKUSTV.COM – Warga Desa Kemuning dan Desa Malanggah, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, kini menikmati akses jalan yang lebih baik setelah ruas Jalan Kemuning-Malanggah sepanjang 1,7 kilometer selesai dibangun melalui Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra).

Jalan yang sebelumnya rusak dan berlumpur selama bertahun-tahun tersebut kini telah dibangun dengan konstruksi beton sehingga memudahkan mobilitas masyarakat menuju sekolah, puskesmas, hingga lahan pertanian.

Peresmian jalan dilakukan langsung oleh Gubernur Banten Andra Soni bersama Ketua DPRD Banten Fahmi Hakim pada Senin (22/6/2026). Kehadiran keduanya disambut antusias ratusan warga dari Desa Kemuning dan Desa Malanggah.

Pembangunan ruas jalan tersebut merupakan bagian dari Program Bang Andra yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Banten pada jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Serang. Program itu berasal dari usulan masyarakat melalui pemerintah desa, kecamatan hingga kabupaten yang kemudian mendapat persetujuan DPRD Provinsi Banten.

Warga Kini Lebih Mudah Menuju Sekolah

Sadiah (48), warga yang sehari-hari berjualan jamu, mengaku kondisi jalan yang kini lebih baik membawa perubahan bagi aktivitas masyarakat.

“Kalau dulu jalannya jelek dan becek, kami yang jualan jalan kaki, tidak pernah kepikiran punya motor atau kendaraan karena jalannya rusak,” katanya.

Menurut Sadiah, kondisi jalan rusak sebelumnya juga menyulitkan anak-anak yang bersekolah di SD Negeri Malanggah 1, SD Negeri Malanggah 2, SD Haruyan hingga SMP Tunjung Teja.

“Dulu kalau hujan, sepatu anak-anak sekolah becek semua. Kasihan melihatnya. Sekarang alhamdulillah mereka bisa jalan lebih nyaman. Ke sekolah sekitar 15 menit jalan kaki,” ujarnya.

Ia menambahkan, membaiknya kondisi jalan mulai mendorong warga untuk memiliki kendaraan pribadi.

“Sekarang warga sudah mulai kepikiran punya kendaraan, bahkan sepeda listrik. Kalau dulu waktu jalannya rusak, tidak ada yang berpikir begitu,” katanya.

Akses Kesehatan dan Pertanian Meningkat

Iti (60), seorang petani, mengatakan kondisi jalan sebelumnya menyulitkan warga yang hendak menuju fasilitas kesehatan, terutama saat musim hujan.

“Kalau ada yang sakit atau mau melahirkan susah ke puskesmas. Jalannya becek dan licin. Motor memang bisa lewat, tapi harus hati-hati. Kadang ada yang jatuh,” tuturnya.

Selain itu, para petani juga menghadapi kendala saat mengangkut hasil panen karena kendaraan sulit masuk ke area pertanian.

“Kalau habis panen biasanya dipikul. Kendaraan susah masuk karena jalannya jelek. Sekarang alhamdulillah jalannya sudah bagus dan lebih nyaman dilalui,” katanya.

Andra Soni Minta Jalan Dijaga Bersama

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan pembangunan jalan desa melalui Program Bang Andra dilakukan untuk membuka akses masyarakat terhadap pendidikan, pelayanan kesehatan dan aktivitas perekonomian.

“Jalan yang baik akan membuka akses menuju pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kegiatan perekonomian. Harapan kita semoga jalan ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Andra Soni.

Ia juga meminta masyarakat dan pemerintah desa menjaga jalan yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

“Saya juga berharap kepada masyarakat dan pemerintah desa untuk menjaga jalan ini dengan baik, terutama agar tidak dilalui dengan truk bermuatan berlebih yang dapat mempercepat kerusakan jalan,” katanya.

Program Bang Andra Berlanjut pada 2026

Pada tahun 2025, Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) berhasil merealisasikan penanganan 62 ruas jalan dan satu jembatan yang tersebar di berbagai daerah.

Penanganan tersebut meliputi 30 ruas jalan dan satu jembatan di Kabupaten Pandeglang, 17 ruas di Kabupaten Lebak, delapan ruas di Kabupaten Serang, lima ruas di Kota Serang, dan dua ruas di Kabupaten Tangerang.

Program tersebut didukung anggaran sebesar Rp184 miliar dengan total panjang jalan yang ditangani mencapai 71 kilometer.

Pada tahun 2026, Pemprov Banten kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp164 miliar untuk penanganan 33 ruas jalan desa dengan total panjang mencapai 46,71 kilometer.

Penanganan jalan tahun 2026 tersebar di Kabupaten Lebak sebanyak 11 ruas, Kabupaten Pandeglang sembilan ruas, Kabupaten Serang empat ruas, Kabupaten Tangerang empat ruas, dan Kota Cilegon satu ruas.

Program Bang Andra juga diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan, khususnya sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang ekonomi Provinsi Banten. (ADV)

💬 Disclaimer: Kami di fokustv.com berkomitmen pada asas keadilan dan keberimbangan dalam setiap pemberitaan. Jika Anda menemukan konten yang tidak akurat, merugikan, atau perlu diluruskan, Anda berhak mengajukan Hak Jawab sesuai UU Pers dan Pedoman Media Siber. Silakan isi formulir di halaman ini atau kirim email ke [email protected].