Sosialisasi MBG di Serang, Haerul Jaman Ajak Warga Kawal Program

 


SERANG, FOKUS TV – Anggota Komisi IX DPR RI, H. Tb. Haerul Jaman, B.Sc.SE., menggelar sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Serang, Sabtu (11/02/2026). Kegiatan ini dilaksanakan bersama mitra kerja untuk memperkuat dukungan terhadap program unggulan Presiden Prabowo tersebut. Sosialisasi dihadiri tokoh masyarakat, kasepuhan, serta ratusan peserta dari berbagai wilayah Kota Serang.

Hadir dalam kegiatan itu antara lain Anggota Komisi IX DPR RI H. Tb. Haerul Jaman, Tb. Udra Sengsana selaku anggota DPRD Kota Serang, serta Prof. Dr. Ir. Ikeu Tanziha, MS dari Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi. Para peserta mendapat penjelasan mengenai manfaat MBG bagi tumbuh kembang anak dan peningkatan ekonomi lokal. Forum juga menjadi ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Haerul Jaman menegaskan pentingnya pengawalan program tersebut. “MBG harus kita kawal karena ini program presiden, anak-anak Banten harus makan bergizi,” ujarnya. Ia menilai asupan gizi yang baik akan mendukung kualitas pendidikan generasi muda.

Menurutnya, anak-anak Banten berhak mendapatkan kesempatan belajar maksimal dengan dukungan makanan sehat. “Harapan presiden ingin anak Indonesia cerdas dan berkualitas, maka kita kawal khususnya di Kota Serang agar berjalan baik dan lancar,” kata Haerul. Ia mengajak seluruh elemen terlibat aktif mengawasi pelaksanaan di lapangan.

Haerul juga memaparkan perkembangan program di Kota Serang yang telah berjalan cukup masif. Saat ini sudah beroperasi 91 dapur MBG yang menyalurkan makanan kepada sekitar 290 ribu anak. Distribusi dilakukan setiap hari melalui sekolah dan pos layanan gizi.

Selain berdampak pada kesehatan, program ini dinilai menggerakkan ekonomi warga sekitar. “MBG dapat meningkatkan perekonomian, mari kita awasi bersama dan saling berkoordinasi,” tuturnya. Pelibatan UMKM lokal menjadi salah satu fokus utama.

Sementara itu, Prof. Ikeu Tanziha menyebut MBG membuka peluang kerja sama dengan SPPG. “Ini peluang untuk bekerja sama karena SPPG wajib menggunakan produk lokal dan tidak boleh impor kecuali sebulan sekali,” jelasnya. Kebijakan itu diharapkan menghidupkan kembali pangan tradisional daerah.

Ia menambahkan, penggunaan bahan lokal akan membuat anak lebih mengenal cita rasa daerah. “Kita bisa memulihkan makanan lokal sehingga anak-anak menyukainya,” katanya. Standar kualitas tetap menjadi syarat utama penyediaan menu.

Menurut Ikeu, keberadaan SPPG juga menciptakan lapangan pekerjaan baru. Pasar bagi petani dan pelaku usaha menjadi lebih pasti karena produk terserap program. “Kualitas terbaik harus kita berikan untuk anak-anak,” tegasnya.

Hingga kini pelaksanaan MBG di Kota Serang terus berjalan dan mendapat dukungan masyarakat. Pemerintah dan DPR berkomitmen melakukan evaluasi berkala agar distribusi tepat sasaran dan berkelanjutan.

💬 Disclaimer: Kami di fokustv.com berkomitmen pada asas keadilan dan keberimbangan dalam setiap pemberitaan. Jika Anda menemukan konten yang tidak akurat, merugikan, atau perlu diluruskan, Anda berhak mengajukan Hak Jawab sesuai UU Pers dan Pedoman Media Siber. Silakan isi formulir di halaman ini atau kirim email ke redaksi@fokustv.com.