Pemkot Serang Siap Fasilitasi Kegiatan Antarumat Beragama
SERANG, FOKUS TV – Pemerintah Kota Serang menggelar kirab dan pentas seni budaya lintas etnis, suku, dan agama di kawasan Royal Baru, Sabtu (15/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat toleransi dan mempererat kebersamaan masyarakat di Kota Serang.
Acara tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia, Ketua FKUB Kota Serang KH Matin Syarkowi, unsur Kesbangpol, Ketua MUI Kota Serang, pengurus DKM Masjid Asy Syauroh, jajaran OPD, serta para tokoh agama dari Islam, Hindu, Buddha, Kristen, dan Katolik.
Ketua FKUB Kota Serang KH Matin Syarkowi menyampaikan bahwa perbedaan merupakan bagian dari ketetapan Tuhan yang harus diterima sebagai kekuatan bersama.
“Royal Baru memang harus baru,” ujarnya dalam sambutan.
Ia menambahkan, keberagaman yang ada di tengah masyarakat merupakan sunnatullah yang perlu dikelola menjadi potensi pembangunan. Menurutnya, perbedaan agama dan latar belakang harus mendukung visi dan misi pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan warga.
“Maka mari kita jadikan masyarakat kota yang berbeda ini sebuah potensi untuk mendukung visi dan misi wali kota dan wakil wali kota Serang dalam rangka mensejahterakan masyarakat Kota Serang,” kata KH Matin Syarkowi.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak semua pihak menjaga keharmonisan sosial agar nilai toleransi terus diwariskan kepada generasi muda. Menurutnya, pembauran melalui pentas seni lintas etnis dan agama ini menjadi momentum penting karena baru pertama kali digelar di Kota Serang.
“Kota Serang berbudi dan Kota Serang toleransi. Keberagaman yang kita ciptakan harus tetap harmonis dan terus dikembangkan,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia menyampaikan salam dari Wali Kota Serang H. Budi Rustandi kepada masyarakat yang hadir. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan lintas agama di masa mendatang.
“Kedepannya, insya Allah pemerintah kota Serang, wali kota, wakil wali kota, dan seluruh jajaran siap memfasilitasi kegiatan antarumat beragama,” kata Nur Agis.
Kegiatan kirab dan pentas seni budaya ini ditutup dengan pertunjukan seni dari berbagai kelompok etnis dan agama sebagai simbol persatuan. Hingga acara berakhir, kegiatan berlangsung aman, tertib, dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.
