BKPRMI Banten Gelar Festival Anak Saleh, Perkuat Generasi Qurani
SERANG, FOKUS TV – Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Provinsi Banten menggelar Festival Anak Saleh Indonesia XIII dalam rangka memperingati Hari Jadi Provinsi Banten ke-26 dan Milad BKPRMI ke-49, di Serang, Rabu (30/9/2026).
Kegiatan mengusung tema “Membangun Generasi Al-Qur'an, Berkarakter, Berprestasi dan Berdaya Saing, Menuju Banten Maju.”
Festival tersebut menjadi bagian dari upaya BKPRMI Banten memperkuat pembinaan generasi muda melalui pendidikan Al-Qur'an, penguatan akidah, akhlak, serta berbagai kegiatan keagamaan.
Ketua DPRD Provinsi Banten sekaligus Ketua BKPRMI Provinsi Banten mengatakan, pembinaan generasi muda menjadi penting di tengah perkembangan digitalisasi dan globalisasi.
“Zaman boleh berubah, akidah tidak boleh berubah. Zaman di manapun boleh berdiri, tetapi seuraga kita sebagai umat Muslim dan khususnya Indonesia, kita berdiri bersama-sama,” ujarnya dalam sambutannya.
Menurutnya, Festival Anak Saleh menjadi momentum strategis karena rangkaian peringatan Hari Jadi Provinsi Banten ke-26 diawali dengan kegiatan yang berorientasi pada pembinaan generasi muda.
“Rangkaian hari jadi ini dimulai titik nolnya oleh BKPRMI. Karena apa? Karena BKPRMI memulai generasi untuk menuju masa depan Banten yang lebih baik,” katanya.
Dalam festival tersebut, anak-anak diberikan ruang untuk mengembangkan kemampuan melalui sejumlah perlombaan keagamaan. Di antaranya tahfiz Al-Qur'an, azan, lomba salat, dan hadroh.
Lomba hadroh juga menjadi bagian dari upaya mengangkat kearifan lokal yang berkembang di tengah masyarakat Banten.
Selain perlombaan keagamaan, kegiatan turut dirangkai dengan bazar murah dan keterlibatan pelaku UMKM. Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah pihak, termasuk perangkat daerah, Bank Indonesia, Bank Banten, dan stakeholder lainnya.
Ketua BKPRMI Banten mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pembinaan nilai-nilai keislaman, tetapi juga diarahkan untuk mendukung pengendalian inflasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Karena pada hari ini bukan hanya generasi nilai-nilai keislaman yang dilakukan, tetapi yang terutama juga kita terus menjaga inflasi, terus kita melakukan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten,” ujarnya.
Ia juga menyebut pertumbuhan ekonomi Banten mencapai 5,49 persen. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat investasi di berbagai sektor di Provinsi Banten.
“Ini menjadi jawaban terhadap bagaimana Banten menjadi tempat investasi, baik investasi pendidikan, investasi terhadap industri, dan juga investasi terhadap penguatan akhlak dan akidah,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Banten, Bank Indonesia, Bank Banten, serta seluruh stakeholder yang mendukung pelaksanaan kegiatan.
“Karena dengan kebersamaan dan berkolaborasi dan bersinergitas, kita pasti bersama-sama bisa membangun Banten yang lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, BKPRMI Banten menyebut organisasi tersebut tidak hanya bergerak dalam aktivitas kepemudaan dan kemakmuran masjid. BKPRMI juga menaungi berbagai lembaga pendidikan dan pembinaan keagamaan, termasuk Taman Kanak-Kanak Al-Qur'an (TKA) dan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA).
Di Provinsi Banten terdapat hampir 2.000 TPA dan hampir 2.000 TKA yang menjadi bagian dari potensi pembinaan generasi Qurani di delapan kabupaten/kota.
“Ini menjadi bagian di bawah naungan BKPRMI dalam rangka ikut serta melakukan upaya membangun akhlak, membangun akidah, mencerdaskan insan anak-anak menjadi insan yang Qurani,” tuturnya.
Pembinaan tersebut dinilai semakin penting seiring perkembangan teknologi digital yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan generasi muda.
Melalui Festival Anak Saleh Indonesia XIII, BKPRMI Banten menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pendidikan Al-Qur'an, akidah, akhlak, karakter, serta prestasi generasi muda menuju Banten yang maju.Jika diperlukan, saya juga bisa membuat versi lebih tajam ala headline Detik.com atau versi lebih formal untuk rilis FOKUS TV tanpa mengubah substansi berita.
